Arsip Blog

Renungan


Renungan :-*

Dua anak kecil, kakak adik, tampak sibuk di sebuah pojok pekarangan rumah. Salah satu dari mereka terlihat menelungkup seperti mengambil sesuatu dari balik lubang kecil. Sementara itu yang satunya lagi begitu serius memperhatikan sang kakak. Smabil sesekali ikut melongok ke arah lubang, tangan kanannya tetap erat mencekal ranting kacil.

‚ÄúDapat , Kak ūüėģ ?‚ÄĚ ujar sang adik menampakan wajah penasaran.

‚ÄúBelum, Dik. Lubangnya dalam sekali! :))‚ÄĚ jawab sang kakak yang masih ingin mencoba merogohkan tangannya lebih dalam lagi ke pangkal lubang.

Rupanya, dua anak kecil itu sedang berusaha mengambil sebuah bola pimpong yang masuk ke lubang, tibalah giliran sang adik mengorek-orek lubang dengan rantingnya. Ia berharap bola pimpong bisa teresangkut di ujung rangting dan tercungkil keluar lubang.

Tapi, selalu saja gagal. b-(

Di tengah kebingungan itu, seorang ibu menghampiri mereka. Ia melongok-longok mencari tahu apa yang sedang dilakukan dua anaknya dengan sebuah lubang. Tak lama kemudian, sang ibu pun mengangguk pelan.

‚ÄúBelum berhasil, Nak?‚ÄĚ tanya sang ibu sambil memegangdua pundak anak-anaknya. ‚Äúcoba kau isikan air ke lubang. Insya Allah, lubang akan memberikan kalian bola! :x‚ÄĚ

Mencari solusi dalam problematika hidup mungkin tak ubahnya dengan upaya mengeluarkan sesuatu yang kita inginkan dari dalam lubang yang dalam dan gelap. Butuh cara agar yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan mudah.

Sayangnya, tak semua kita mampu bijaksana menyikapi lubang probematika hidup tersenut. Tak banyak yang memahami bahwa mencari solusi dari masalah tidak selalu melulu denga upaya ingin mendapatkan sesuatu. Tapi justru dengan semangat memberi.. Dari memberi itulah, ia mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Tapi sekali apa yang diucapkan sang ibu kepada dua anaknya, ‚ÄúPenuhi lubang itu dengan air, ia akan memberimu Bola¬† ~x( !”

Iklan

RenungaN


Bila direungkan, sedikit dari hidup ini pun sudah mukzijat. Bagaimana kita bisa bernapas, punya jantung yang berdetak, mata berkedip, telinga yang dpat mendengar, lidah yang dapat merasakan kenikmatan makanan dan seterusnya. Semuanya sungguh menkjubkan!! Ketika gigi kitatinggal satu, kita menjadi susah makan. Ya, Allah gigi satu hilang segitu susahnya, sekian tahun engkau berikan itu, baru sekarang disadari artinya ketika ia copot. satu gigi jadi begitu bernilainya. Lalu bagaimana,dengan tangan , hidung, mata, telinga, dan otak???

Cobalah anda mencoba untuk sering bertafakur seperti ini, akan timbul rasa malu. Betapa Allah telah memberikan karunia sangat banyak, tapi kita tidak mengabdi kepada-NYA dengan sungguh-sungguh.

Kebanggaan hanya untuk mereka yang berilmu, mereka adalah petunjuk bagi siapun yang memintanya.

%d blogger menyukai ini: