Monthly Archives: Maret 2014

Mesin Tanam Padi Indo Jarwo Transplanter


Mesin Tanam Padi Indo Jarwo Transplanter.

Usaha pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk mewujudkan program penyediaan padi sebesar 75,7 juta ton GKG pada tahun 2010 – 2014 menghadapi berbagai kendala, antara lain: (i) menurunnya luas areal sawah akibat laju konversi lahan sawah ke non-sawah; (ii) ancaman perubahan iklim global; (iii) terbatasnya air irigasi dan menurunnya kinerja sebagian besar sistem irigasi; (iv) masih tingginya susut panen padi; (v) kelangkaan tenaga kerja di bidang pertanian; dan (vi) menurunnya minat generasi muda pada usaha sektor pertanian.

Kendala tersebut dapat mengancam dilakukannya keseragaman waktu tanam, peningkatan produktivitas dan susut panen tanaman padi di suatu hamparan atau wilayah yang pada akhirnya akan menganggu tercapainya target swa-sembada beras nasional. Salah satu strategi untuk mengatasi ancaman tersebut adalah dengan penerapan mesin tanam bibit padi dan pemanen padi. Penerapan mesin-mesin tersebut diperlukan untuk: (i) meningkatkan produktivitas lahan dan tenaga kerja; (ii) mempercepat dan mengefisiensikan proses; dan sekaligus (iii) menekan biaya produksi.

Salah satu metode untuk meningkatkan produktivitas padi yang telah direkomendasikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian adalah jajar legowo 2:1. Metode tersebut mampu menghasilkan jumlah populasi tanaman 213.300 tanaman/hektar atau 33,31% lebih banyak dibanding metode tanam tegel 25 cm x 25 cm, dengan populasi tanaman hanya 160.000/ha. Melalui Program diseminasi Inovasi teknologi jajar legowo di setiap wilayah kerja BPTP se Indonesia, sampai dengan bulan September 2013 jajar legowo telah diadopsi seluas 1.613.550 hektar.

Rata-rata peningkatan produktivitas yang dicapai dengan penerapan jajar legowo adalah sebesar 13,83% dibanding dengan metode tanam tegel. Namun demikian, menurut para petani yang menerapkan jajar legowo, biaya tanam per hektar lebih tinggi dibanding metode tanam tegel 25 x 25 cm. Dengan pertimbangan berbagai hal diatas, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian merancang mesin tanam padi jajar legowo 2:1 yang diberi nama Indo Jarwo Transplanter 2:1.

Mesin Indo Jarwo Transplanter disamping mempercepat waktu dan menurunkan biaya tanam, mesin ini diharapkan dapat mensubtitusi  masuknya mesin tanam impor sistem tegel. Untuk menanam 1 ha bibit padi, satu unit mesin tanam Indo Jarwo Transplanter  mempunyai kemampuan setara dengan 20 tenaga kerja tanam. Selain itu mesin tanam indo Jarwo Transplanter mampu menurunkan biaya tanam dan sekaligus mempercepat waktu tanam 

Iklan
%d blogger menyukai ini: